Jumat, 30 Maret 2018

SISTEM MANAJEMEN MUTU LABOR IPA

 
A.   Pengertian Manajemen Laboratorium
Pengelolaan Laboratorium (Laboratory Management) adalah usaha untuk mengelola Laboratorium. Bagaimana suatu Laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alat-alat lab yang canggih, dengan staf propesional yang terampil belum tentu dapat beroperasi dengan baik, jika tidak didukung oleh adanya manaJemen Laboratorium yang baik. Oleh karena itu manajemen lab adalah suatu bahagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan Laboratorium. Suatu manajemenlab yang baik memiliki sistem organisasi yang baik, uraian kerja (job description) yang jelas, pemanfaatan fasilitas .yang efektif, efisien, disiplin, dan administrasi lab yang baik pula.Secara umum manajemen sering didefinisikan sebagai, “Getting things done through other people – menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”. Telah disebutkan berkali-kali bahwa supervisor merupakan manajer lini terdepan yang melaksanakan pekerjaan manajemen untuk merencanakan, mengorganisir, mengeksekusi rencana, serta mengendalikan dan mengontrol proses pekerjaan menuju hasil yang diharapkan.
B.    Manajemen Mutu Laboratorium
Meliputi:
1.       Organisasi Laboratorium
Laboratorium memiliki struktur organisasi yang setiap anggotanya memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing. Kepala sekolah dalam organisasi laboratorium memiliki tugas dan fungsi sebagai penanggungjawab. Kepala sekolah dan kepala laboratorium memiliki hubungan hierarki dalam struktur organisasi laboratorium. Dalam struktur organisasi laboratorium juga ada teknisi dan laboran yang masing-masing memiliki tugas pokok dan fungsi dalam laboratorium.

2.       Personal
Aspek personal dalam manajemen mutu berkaitan dengan kompetensi dari setiap tenaga yang ada di laboratorium. Kompetensi yang harus dimiliki setiap kepala laboratorium, teknisi, dan laboran mengacu pada standar pemerintah No. 26 Tahun 2008. Adapun kompetensi yang harus dimiliki antara lain:
  kompetensi kepribadian
  kompetensi sosial
  kompetensi manajerial
  kompetensi administratif
  kompetensi profesional

3.       Equipment
Equipment dimaksud disini adalah peralatan yang ada di laboratorium. Adapun peralatan di laboratorium yaitu tabung reaksi, cawan petri, pipet tetes, pengaduk, gelas ukur, spiritus, dan segala alat yang biasa dipakai dalam praktikum.
4.       Information management
Informasi dibedakan berdasarkan sifatnya ada 2 yaitu akuntabilitas dan responsibilitas. Informasi yang bersifat akuntabilitas adalah informasi yang arahnya vertikal (keatas). Informasi yang bersifat akuntabilitas dapat dikatakan administratif. Informasi yang bersifat responsibilitas adalah informasi yang arahnya horizontal (kiri-kanan dan bawah). Informasi yang responsibilitas ini dapat dikatakan bersama. Saat memanajemen informasi yang ada di laboratorium harus bisa membedakan antara informasi yang bisa dibagikan ke publik dengan informasi yang tidak bisa dibagikan ke publik. Sebagai contoh, kita tidak boleh memberitahukan informasi tentang dimana membeli zat-zat kimia yang sifatnya terlarang karena dapat dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk kepentingan kriminal. Selain itu, kita sebaiknya melaporkan aliran dana yang ada di laboratorium kepada anggota organisasi laboratorium saja. 


5.       Proses Pengendalian
Proses pengendalian lebih menekankan pada penggunaan bahan yang berbahaya terhadap praktikum terutama limbah. Setiap laboratorium harus memiliki tempat pembuangan limbah hasil praktikum. Sebaiknya limbah dibuang di tempat sampah yang berbeda-beda sesuai jenis limbahnya agar tidak terjadi kontaminasi ataupun kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan orang-orang yang ada di laboratorium. Terkait penggunaan bahan yang berbahaya dalam praktikum sebaiknya diganti dengan bahan yang lebih aman bagi keselamatan praktikan akan tetapi fungsinya sama.

6.       Purchasing and Inventory
Sebelum membeli barang untuk laboratorium sebaiknya di data dahulu alat dan bahan yang ada di laboratorium. Alat dan bahan yang ada dicek kelayakannya dan jumlahnya. Apabila stok alat atau bahan tinggal sedikit sebaiknya cepat-cepat dibeli atau dipesan sebelum praktikum dilaksanakan agar tidak menghambat keterlaksanaan praktikum. Inventarisasi alat dan bahan harus terus dilakukan dan dicatat sebagai laporan kepada kepala laboratorium. Inventarisasi yang baik dapat menunjang kemajuan laboratorium.

7.       Document and Record
Dokumen yang ada di laboratorium meliputi berita acara serta dokumen-dokumen kegiatan yang ada di laboratorium. Perekaman berkaitan dengan alat yang dipakai di laboratorium. Setiap kegiatan di laboratorium harus terdokumentasi dengan baik sebagai pertanggungjawaban dalam mengelola laboratorium.

8.    Occurred Management 
Manajemen terkait penyimpangan di laboratorium ditekankan pada antisipasi. Keamanan dan keselamatan di laboratorium harus dibuat standar operasional prosedur (SOP)

9.        Assesment
Penilaian merupakan target ketercapaian untuk setiap jenis layanan yang ada di laboratorium. Setiap kegiatan yang ada di laboratorium haruslah dievaluasi atau dimonitoring.

10.   Facility and Safety
Fasilitas yang mendukung keselamatan kerja di laboratorium antara lain: ventilasi, lemari asam, alat pemadam kebakaran, aliran listrik, aliran air, dan sebagainya. Selain itu, gunakanlah baju lab, masker dan sarung tangan saat praktikum guna perlindungan diri dari bahaya zat ataupun alat.

11.   Customer service
Kerja customer service adalah piket terhadap kebersihan dan pelayanan yang ada di laboratorium. Sekolah yang laboratoriumnya tidak memiliki customer service bisa meminta siswa untuk membantu saat ada praktikum akan tetapi tidak mengganggu aktivitas belajar siswa tersebut.

12.   Process improvement
Proses kemajuan terhadap laboratorium dapat dilakukan dengan cara merefleksi setiap kegiatan yang ada di laboratorium. Refleksi ini sangat penting dilakukan guna kemajuan laboratorium. Tanamkanlah prinsip: Hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Terkait pemaparan materi diatas ada beberapa hal yang ingin penulis tanyakanL
1.       Menurut yang anda ketahui apakah arti penting adanya sistem manajemen mutu labor IPA
2.       Menurut anda apakah labor IPA yang ada di sekolah-sekolah sudah memenuhi sistem manajemen mutu labor IPA
3.       Apakah di sekolah tempat anda mengajar/atau ditempat anda kuliah S1 sudah memiliki laboratorium IPA yang  memadai baik sarana dan prasarana

7 komentar:

  1. menanggapi pertanyaan no.3 mengenai Apakah di sekolah tempat anda mengajar/atau ditempat anda kuliah S1 sudah memiliki laboratorium IPA yang memadai baik sarana dan prasarana?

    kampus saya ketika S1 sudah memiliki beberapa labor.sepengalaman saya, ketika saya kuliah S1, laboratorium(khusus fisika) yang dimiliki kampus saya sudah cukup mumpuni. hal ini terlihat dari adanya struktur organisasi yang jelas dari penanggungjawab lab, laboran, hingga asdos. selain itu, alat-alat praktikum yang dimilikipun cukup lengkap. tapi menurut saya, masih cukup banyak yang harus dilengkapi lagi dari segi sarana dan prasarana, misalnya dari segi ventilasi/tidak adanya exhaust fan, persediaan air juga tidak ada didalam lab, dan juga melengkapi alat dan bahan praktikum lainnya.

    terima kasih.

    BalasHapus
  2. Menurut yang anda ketahui apakah arti penting adanya sistem manajemen mutu labor IPA.
    sangat penting sekali dengan adanya manajemen mutu laboratorium maka laboratoriumakan terkontrol dengan baik, jika terjadi kekurang didalam nya akan mudah terpantau

    BalasHapus
  3. Menanggapi pertanyaan nomor 2, untuk disekolah2 mungkin blm memenuhi semua standar ISO, tapi sudah diupayakan optimal agar siswa bisa praktikum dengan nyaman dan sesuai dgn kebutuhan laboratorium sekolah

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum,terima kasih atas uraian yang diberikan. Saya akan menanggapi pertanyaan pertama tentang arti penting adanya sistem manajemen mutu labor IPA. Menurut saya sistem manajemen mutu labor IPA sangat penting dan menjadi hal yang utama karena dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar IPA di Sekolah bagi siswa dan menjadi kunci keberhasilan untuk menjadi laboratorium yang sesuai standar internasional.

    BalasHapus
  5. Apakah di sekolah tempat anda mengajar/atau ditempat anda kuliah S1 sudah memiliki laboratorium IPA yang memadai baik sarana dan prasarana...
    jika kita merujuk pada kuliah s1 maka perhatian kita akan labor sama, sebab kita satu kampus...hehe. dengan jurusan yang memiliki siswa paling banyak dlm fakultas menjadikan labor terlihat kurang memadai dari sarana dan prasarana, dimana ruang labor pun terpadu menjadi 3 bagian labor... namun dengan pengoganisasian yang baik selama kuliah keadaan labor cukup memadai dari bebrapa praktek yang dilakukan, semoga kedepamya lebih baik dengan perjuangan kita bersama.

    BalasHapus
  6. Saya menggapi pertanyaan no 3, karna saya belum mengajar disekolah saya merujuk pada laboratium saat kuliah s1. Kebetulan laboratorium biologi dikampus saya sudah terakreditasi dengan meraih ISO.
    Termasuk juga laboratorium bioteknologi, nutrisi dan ITP juga .
    sudah terakreditasi.
    Selain melayani pengujian oleh mahasiswa dan dosen, laboratorium juga melayani pengujian dari pihak luar, termasuk masyarakat umum, lembaga negara, swasta, dan usaha mikro kecil menengah.

    BalasHapus
  7. Menurut pendapat anda Apakah dalam melaksanakan fungsi manajemen laboratorium di sekolah, perguruan tinggi atau di instansi pemerintah atau swasta perlu dilakukan audit/pemeriksaa?
    perlu adanya pemeriksaan, artinya jelas yang tak terpakai, apakah jenis alat atau reagen, sehingga jelas bagaimana pemusnahanya, pemerikasaan juga dapat digunakan penyedia untuk melengkapai kembali alat labor atau mengganti alat labor yang sudah tidak terpakai

    BalasHapus