A. Pengertian
Manajemen Laboratorium
Pengelolaan
Laboratorium (Laboratory Management)
adalah usaha untuk mengelola Laboratorium. Bagaimana suatu Laboratorium dapat
dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang saling
berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alat-alat lab yang canggih, dengan
staf propesional yang terampil belum tentu dapat beroperasi dengan baik, jika
tidak didukung oleh adanya manaJemen Laboratorium yang baik. Oleh karena itu manajemen
lab adalah suatu bahagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan
Laboratorium. Suatu manajemenlab yang baik memiliki sistem organisasi yang
baik, uraian kerja (job description) yang jelas, pemanfaatan fasilitas .yang
efektif, efisien, disiplin, dan administrasi lab yang baik pula.Secara umum
manajemen sering didefinisikan sebagai, “Getting
things done through other people – menyelesaikan pekerjaan melalui orang
lain”. Telah disebutkan berkali-kali bahwa supervisor merupakan manajer lini
terdepan yang melaksanakan pekerjaan manajemen untuk merencanakan,
mengorganisir, mengeksekusi rencana, serta mengendalikan dan mengontrol proses
pekerjaan menuju hasil yang diharapkan.
B.
Manajemen Mutu Laboratorium
Meliputi:
1.
Organisasi Laboratorium
Laboratorium memiliki struktur organisasi yang setiap
anggotanya memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing. Kepala sekolah dalam
organisasi laboratorium memiliki tugas dan fungsi sebagai penanggungjawab.
Kepala sekolah dan kepala laboratorium memiliki hubungan hierarki dalam
struktur organisasi laboratorium. Dalam struktur organisasi laboratorium juga
ada teknisi dan laboran yang masing-masing memiliki tugas pokok dan fungsi
dalam laboratorium.
2.
Personal
Aspek personal dalam manajemen mutu berkaitan dengan
kompetensi dari setiap tenaga yang ada di laboratorium. Kompetensi yang harus
dimiliki setiap kepala laboratorium, teknisi, dan laboran mengacu pada standar
pemerintah No. 26 Tahun 2008. Adapun kompetensi yang harus dimiliki antara
lain:
• kompetensi
kepribadian
• kompetensi
sosial
• kompetensi
manajerial
• kompetensi
administratif
• kompetensi
profesional
3.
Equipment
Equipment dimaksud disini adalah peralatan yang ada di laboratorium.
Adapun peralatan di laboratorium yaitu tabung reaksi, cawan petri, pipet tetes,
pengaduk, gelas ukur, spiritus, dan segala alat yang biasa dipakai dalam
praktikum.
4.
Information management
Informasi dibedakan berdasarkan sifatnya ada 2 yaitu
akuntabilitas dan responsibilitas. Informasi yang bersifat akuntabilitas adalah
informasi yang arahnya vertikal (keatas). Informasi yang bersifat akuntabilitas
dapat dikatakan administratif. Informasi yang bersifat responsibilitas adalah
informasi yang arahnya horizontal (kiri-kanan dan bawah). Informasi yang
responsibilitas ini dapat dikatakan bersama. Saat memanajemen informasi yang
ada di laboratorium harus bisa membedakan antara informasi yang bisa dibagikan
ke publik dengan informasi yang tidak bisa dibagikan ke publik. Sebagai contoh,
kita tidak boleh memberitahukan informasi tentang dimana membeli zat-zat kimia
yang sifatnya terlarang karena dapat dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu
untuk kepentingan kriminal. Selain itu, kita sebaiknya melaporkan aliran dana
yang ada di laboratorium kepada anggota organisasi laboratorium saja.
5.
Proses Pengendalian
Proses pengendalian lebih menekankan pada penggunaan
bahan yang berbahaya terhadap praktikum terutama limbah. Setiap laboratorium
harus memiliki tempat pembuangan limbah hasil praktikum. Sebaiknya limbah
dibuang di tempat sampah yang berbeda-beda sesuai jenis limbahnya agar tidak
terjadi kontaminasi ataupun kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan
orang-orang yang ada di laboratorium. Terkait penggunaan bahan yang berbahaya
dalam praktikum sebaiknya diganti dengan bahan yang lebih aman bagi keselamatan
praktikan akan tetapi fungsinya sama.
6.
Purchasing and Inventory
Sebelum membeli barang untuk laboratorium sebaiknya di
data dahulu alat dan bahan yang ada di laboratorium. Alat dan bahan yang ada
dicek kelayakannya dan jumlahnya. Apabila stok alat atau bahan tinggal sedikit
sebaiknya cepat-cepat dibeli atau dipesan sebelum praktikum dilaksanakan agar
tidak menghambat keterlaksanaan praktikum. Inventarisasi alat dan bahan harus
terus dilakukan dan dicatat sebagai laporan kepada kepala laboratorium.
Inventarisasi yang baik dapat menunjang kemajuan laboratorium.
7.
Document and Record
Dokumen yang ada di laboratorium meliputi berita acara
serta dokumen-dokumen kegiatan yang ada di laboratorium. Perekaman berkaitan
dengan alat yang dipakai di laboratorium. Setiap kegiatan di laboratorium harus
terdokumentasi dengan baik sebagai pertanggungjawaban dalam mengelola
laboratorium.
8.
Occurred Management
Manajemen terkait penyimpangan di laboratorium ditekankan
pada antisipasi. Keamanan dan keselamatan di laboratorium harus dibuat standar
operasional prosedur (SOP)
9.
Assesment
Penilaian merupakan target ketercapaian untuk setiap
jenis layanan yang ada di laboratorium. Setiap kegiatan yang ada di
laboratorium haruslah dievaluasi atau dimonitoring.
10.
Facility and Safety
Fasilitas yang mendukung keselamatan kerja di
laboratorium antara lain: ventilasi, lemari asam, alat pemadam kebakaran,
aliran listrik, aliran air, dan sebagainya. Selain itu, gunakanlah baju lab,
masker dan sarung tangan saat praktikum guna perlindungan diri dari bahaya zat
ataupun alat.
11.
Customer service
Kerja customer service adalah piket terhadap
kebersihan dan pelayanan yang ada di laboratorium. Sekolah yang laboratoriumnya
tidak memiliki customer service bisa meminta siswa untuk membantu saat ada
praktikum akan tetapi tidak mengganggu aktivitas belajar siswa tersebut.
12.
Process improvement
Proses kemajuan terhadap laboratorium dapat dilakukan
dengan cara merefleksi setiap kegiatan yang ada di laboratorium. Refleksi ini
sangat penting dilakukan guna kemajuan laboratorium. Tanamkanlah prinsip: Hari
ini lebih baik dari hari kemarin.
Terkait pemaparan materi diatas
ada beberapa hal yang ingin penulis tanyakanL
1.
Menurut yang anda ketahui apakah arti penting
adanya sistem manajemen mutu labor IPA
2.
Menurut anda apakah labor IPA yang ada di
sekolah-sekolah sudah memenuhi sistem manajemen mutu labor IPA
3.
Apakah di sekolah tempat anda mengajar/atau
ditempat anda kuliah S1 sudah memiliki laboratorium IPA yang memadai baik sarana dan prasarana
menanggapi pertanyaan no.3 mengenai Apakah di sekolah tempat anda mengajar/atau ditempat anda kuliah S1 sudah memiliki laboratorium IPA yang memadai baik sarana dan prasarana?
BalasHapuskampus saya ketika S1 sudah memiliki beberapa labor.sepengalaman saya, ketika saya kuliah S1, laboratorium(khusus fisika) yang dimiliki kampus saya sudah cukup mumpuni. hal ini terlihat dari adanya struktur organisasi yang jelas dari penanggungjawab lab, laboran, hingga asdos. selain itu, alat-alat praktikum yang dimilikipun cukup lengkap. tapi menurut saya, masih cukup banyak yang harus dilengkapi lagi dari segi sarana dan prasarana, misalnya dari segi ventilasi/tidak adanya exhaust fan, persediaan air juga tidak ada didalam lab, dan juga melengkapi alat dan bahan praktikum lainnya.
terima kasih.
Menurut yang anda ketahui apakah arti penting adanya sistem manajemen mutu labor IPA.
BalasHapussangat penting sekali dengan adanya manajemen mutu laboratorium maka laboratoriumakan terkontrol dengan baik, jika terjadi kekurang didalam nya akan mudah terpantau
Menanggapi pertanyaan nomor 2, untuk disekolah2 mungkin blm memenuhi semua standar ISO, tapi sudah diupayakan optimal agar siswa bisa praktikum dengan nyaman dan sesuai dgn kebutuhan laboratorium sekolah
BalasHapusAssalamualaikum,terima kasih atas uraian yang diberikan. Saya akan menanggapi pertanyaan pertama tentang arti penting adanya sistem manajemen mutu labor IPA. Menurut saya sistem manajemen mutu labor IPA sangat penting dan menjadi hal yang utama karena dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar IPA di Sekolah bagi siswa dan menjadi kunci keberhasilan untuk menjadi laboratorium yang sesuai standar internasional.
BalasHapusApakah di sekolah tempat anda mengajar/atau ditempat anda kuliah S1 sudah memiliki laboratorium IPA yang memadai baik sarana dan prasarana...
BalasHapusjika kita merujuk pada kuliah s1 maka perhatian kita akan labor sama, sebab kita satu kampus...hehe. dengan jurusan yang memiliki siswa paling banyak dlm fakultas menjadikan labor terlihat kurang memadai dari sarana dan prasarana, dimana ruang labor pun terpadu menjadi 3 bagian labor... namun dengan pengoganisasian yang baik selama kuliah keadaan labor cukup memadai dari bebrapa praktek yang dilakukan, semoga kedepamya lebih baik dengan perjuangan kita bersama.
Saya menggapi pertanyaan no 3, karna saya belum mengajar disekolah saya merujuk pada laboratium saat kuliah s1. Kebetulan laboratorium biologi dikampus saya sudah terakreditasi dengan meraih ISO.
BalasHapusTermasuk juga laboratorium bioteknologi, nutrisi dan ITP juga .
sudah terakreditasi.
Selain melayani pengujian oleh mahasiswa dan dosen, laboratorium juga melayani pengujian dari pihak luar, termasuk masyarakat umum, lembaga negara, swasta, dan usaha mikro kecil menengah.
Menurut pendapat anda Apakah dalam melaksanakan fungsi manajemen laboratorium di sekolah, perguruan tinggi atau di instansi pemerintah atau swasta perlu dilakukan audit/pemeriksaa?
BalasHapusperlu adanya pemeriksaan, artinya jelas yang tak terpakai, apakah jenis alat atau reagen, sehingga jelas bagaimana pemusnahanya, pemerikasaan juga dapat digunakan penyedia untuk melengkapai kembali alat labor atau mengganti alat labor yang sudah tidak terpakai