Dalam pendidikan Sains, kegiatan laboratorium merupakan bagian integral dari kegiatan belajar mengajar. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peranan kegiatan laboratorium untuk mencapai tujuan pendidikan sains. Melalui kegiatan laboratorium, siswa diberi kesempatan untuk memenuhi dorongan rasa ingin tahu untuk dapat memecahkan suatu permasalahan. Prinsip ini akan menunjang kegiatan praktikum dimana siswa menemukan pengetahuan melalui eksplorasinya terhadap alam.
Pengelolaan Laboratorium (Laboratory Management) adalah usaha untuk mengelola Laboratorium. Bagaimana suatu Laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alat-alat laboratorium yang canggih, dengan staf propesional yang terampil belum tentu dapat beroperasi dengan baik, jika tidak didukung oleh adanya manajemen Laboratorium yang baik.
Untuk dapat mengelola laboratorium dengan baik, maka sangat dibutuhkan beberapa keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap pengelola laboratorium. Adapun keterampilan dasar pengelolaan laboratorium itu meliputi: keterampilan mengukur volume, mengukur massa, mengukur pH, membuat kosentrasi larutan, menyiapkan reagen, melakukan titrasi dan melakukan sentrifugasi.
Adapun yang harus diketaahui tentang keterampilan dasar pengelolaan laboratorium adalah kebersihan dari alat yang digunakan. Kebersihan dari alat dapat mengganggu hasil pratikum. Apabila alat yang digunakan tersebut tidak bersih, maka akan terjadi hal- hal yang tidak diinginkan. Contohnya jika pada alat – alat tersebut masih tersisa zat – zat kimia, maka zat tersebut dapat saja bereaksi dengan zat yang kita gunakan sesudahnya dan dapat mengakibatkan kegagalan dalam pratikum.
Kesalahan dalam penggunaan alat dan bahan dapat menimbulkan hasil yang didapat tidak akurat dalam hal ilmu statistika kesalahan seperti ini digolongkan dalam galat pasti. Oleh karena itu, pemahaman fungsi dan cara kerja peralatan serta bahan harus mutlak dikuasai oleh praktikan sebelum melakukan praktikum di laboratorium kimia. Bukan hal yang mustahil bila terjadi kecelakaan di dalam laboratorium karena kesalahan dalam pemakaian dan penggunaan alat – alat dan bahan yang dilakukan dalam suatu pratikum yang berhubungan dengan bahan kimia berbahaya.
Cara Merawat dan Membersihkan Alat Pasca Pemakaian
1. Mikroskop
Cara membersihkan atau merawat mikroskop :
1. Mikroskop harus disimpan di tempat sejuk, kering, bebas debu dan bebas dari uap asam dan basa.Tempat penyesuaian yang sesuai ialah kotak mikroskop yang dilengkapi dengan silica gel, yang bersifat higroskopis, sehingga lingkungan sekitar mikroskop tidak lembab. Selain itu dapat pula diletakkan dalam lemari yang diberi lampu untuk mencegah tumbuhnya jamur, atau seperti gambar ini .
2. Bagian mikroskop non optik, terbuat dari logam atau plastik, dapat dibersihkan dengan menggunakan kain fanel. Untuk membersihkan debu yang terselip di bagian mikroskop tersebut dapat digunakan kuas kecil atau kuas lensa kamera.
3. Lensa-lensa mikroskop (okuler, objektif, dan kondensor) dibersihkan dengan menggunakan tisue lensa yang diberi alkohol 70%. Jangan sekali-kali membersihkan lensa menggunakan sapu tangan atau lap kain.
4. Sisa minyak imersi pada lens objektif dapat dibersihkan dengan xilol (xylene). Pada penggunaan xilol haruslah hati-hati, jangan sampai cairan xilol menempel pada bagian mikroskop non optik, karena akan merusak cat atau merusak bahan plastik, dan juga jangan menggunakan larutan ini kebagian lensa yang lain kecuali produsennya menyatakan bahwa tindakan tersebut aman.
5. Sebelum menyimpan mikroskop, bersihkan selalu mikroskop tersebut, terutama hapus semua minyak imersi di permukaan lensa, sehingga partikel yang halus tidak menempel dan menggumpal serta mengering. Minyak dan partikel halus pada lensa dapat mengaburkannya dan menyebabkan goresan. Hal ini menurunkan kemampuan lensa. Preparat yang tertinggal di atas meja mikroskop merupakan pertanda jelas suatukelalaian/kecerobohan.
6. Sebelum menyimpan mikroskop, meja mikroskop diatur lagi dan lensa objektif dijauhkan dari meja preparat dengan memutar alat penggeraknya ke posisi semula, kondensor diturunkan kembali, lampu dikecilkan intensitasnya lalu dimatikan (kalau mikroskop listrik).
2. Kaca Obyek
Cara membersihkan atau merawat kaca obyek :
1. Setelah digunakan, kaca obyek dibersihkan menggunakan kertas saring atau lap katun
2. Setelah dibersihkan, kaca obyek disimpan di tempat/wadah khusus
3. Kaca Penutup
Cara membersihkan atau merawat kaca penutup :
1. Setelah digunakan, kaca penutup yang menempel di kaca obyek dibersihkan menggunakan kertas saring atau lap katun
2. Setelah dibersihkan,kaca penutup yang terdapat di kaca obyek disimpan di tempat/wadah khusus
4. Gelas Beaker
Cara membersihkan atau merawat gelas beaker :
1. Setelah digunakan, bersihkan permukaan peralatan dengan kain lembut atau dengan kertas tissue khusus
2. Letakkan di tempat ketika tidak digunakan.
5. Gelas Ukur
Cara membersihkan atau merawat gelas ukur :
Karena sifat yang tidak tahan terhadap basa kuat maka pembersihan peralatan gelas ukur disarankan menggunakan deterjen dengan konsentrasi tidak lebih dari 2%. Jika peralatan gelas tersebut kita gunakan untuk analisa lemak maka dalam pembersihannya dapat menggunakan pelarut organik (dibilas dan direndam) kemudian pada tahap akhir baru direndam dengan menggunakan air. Pada saat pembersihan sangat disarankan menggunakan busa / sikat plasik yang halus sehingga tidak merusak peralatan gelas tersebut.
6. Kaca Arloji
Cara membersihkan atau merawat kaca arloji :
Cukup dicuci dengan pembersih seusai digunakan dan setelah itu disimpan di tempat yang aman, mudah dicari dan mudah diambil karena bendanya lumayan kecil.
7. Erlenmeyer
Cara membersihkan atau merawat Erlenmeyer :
Dalam penyimpanan dan penataan diletakkan sesuai dalam jajaran bahan dasar penyusun alat tersebut. Erlenmeyer disimpan pada satu tahap rak, maka pada tahap rak itu pula harus ditata kelompok labu erlenmeyer yang bermulut lebar berukuran 100 mL, 250 mL, dan 500 mL masing-masing secara terpisah; juga ditata labu erlenmeyer bermulut kecil dengan ukuran 100 mL, 250 mL, dan 500 mL secara terpisah.
8. Cawan Petri
Cara membersihkan atau merawat cawan petri :
1. Cawan petri biasanya disterilkan bersama dengan kertas saring di dalamnya.
2. Cawan petri perlu dicuci bersih kemudian dikeringkan, setelah kering dibungkus dengan kertas putih cokelat untuk disterilisasi dengan oven.
9. Tabung Reaksi
Cara membersihkan tabung reaksi :
1. Penyimpanan pada suhu 270C – 370C dan diberi penerangan 25 watt.
2. Ruangan diberi silikon sebagai zat higroskopis.
3. Gunakan alkohol, acetone, kapas dan pompa angin untuk membersihkan debu.
4. Pada saat memanaskan harus diatas kawat kasa, boleh secara langsung asal bahan dari pyrex.
5. Gelas yg akan direbus dimasukkan ke air dingin terlebih dahulu, baru kemudian dipanaskan secara perlahan-lahan
6. Setelah selesai dipakai, gelas terlebih dahulu dibersihkan, bisa menggunakan air bersih, detergent(penghilang lemak), maupun larutan.
10. Rak Tabung ReaksiCara membersihkan rak tabung reaksi :
Untuk membersihkannya cukup di cuci dengan air dan di lap sampai bersih dan kering. di tempat yang aman, mudah dicari dan mudah diambil atau bisa disatuakan dengan tabung reaksi.
11. Penjepit Tabung Reaksi
Cara membersihkan atau merawat penjepit tabung reaksi :
Cukup di lap saja menggunakan kain bersih dan disimpandi tempat yang aman, mudah dicari dan mudah diambil karena bendanya lumayan kecil.
12. Pipet Tetes
Cara membersihkan atau merawat pipet tetes :
Dibersihkannya hanya menggunakan air atau jika masih ada kotoran yang susah hilang bisa menggunakan aseton atau alkohol atau HCl.
13. Mortar dan Pistil
Cara membersihan atau merawat mortar dan pistil :
Dicuci menggunakan air hingga bersih lalu dikeringkan dan disimpan di tempat yang aman, mudah dicari dan mudah diambil agar tidak pecah karena bahannya yang terbuat dari logam.
14. Palet Uji Makanan
Cara membersihkan atau merawat palet uji makanan :
Cukup dicuci dengan air mengalir dan pembersih dan dikeringkan menggunakan lap bersih.
15. Respirometer Sederhana
Cara membersihkan atau merawat respirometer sederhana :
Setelah selesai digunakan, respirometer dilepaskan dari bantalannya. Tabung spesimen dipisahkan dari pipa kapiler, keduanya dicuci bersih dan dikeringkan.
16. Bunsen Kaca
Cara membersihkan atau merawat bunsen kaca :
Bunsen kaca dapat dibersihkan dengan menggunakan air bersih dan dikeringkan menggunakan kain bersih lalu disimpan ditempat yang aman dan mudah diambil agar tidak pecah karena terbuat dari kaca.
17. Neraca O-Hausse
Cara membersihkan atau merawat neraca O-Hausse :
Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan, bagian dan menimbang harus dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain halus atau kertas (tissue) dan membersihkan timbangan secara keseluruhan timbangan harus dimatikan, kemudian piringan (pan) timbangan dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan pembersih seperti deterjen yang lunak, campurkan air dan etanol/alkohol. Sesudah dibersihkan timbangan dihidupkan dan setelah dipanaskan, cek kembali dengan menggunakan anak timbangan.
Dari penjelasan pembahasan diatas, adapun tang dipertanyakan penulis adalah:
1. Apakah setiap pengguna laboratorium harus memiliki Basic Skill Laboratory?
2. Menurut anda manakah yang sangat penting dalam kegiatan praktikum, apakah persiapan, pelaksanaan atau pasca pelaksanaan?
3. Menurut apa arti pentingnya kebersihan dan kesterilan alat dan bahan dalam laboratorium ?
Menanggapi pertanyaan nomor 1, karena ini adalah keterampilan dasar maka semua praktikan harus memiliki keterampilan tersebut guna kelancaran praktikum, jika keterampilan dasar belum dikuasai contoh cara menggunakan mikroskop tapi siswa tidak bisa mengatur cermin untuk mendapatkan pantulan cahaya maka akan sangat kesulitan dalam praktikum, atau ketika siswa malab tidak bisa mengisi atau membuat laporan praktikum maka akan sulit bagi guru memberikn penilaian kerja
BalasHapusMenanggapi pertanyaan no 3
BalasHapusMenurut apa arti pentingnya kebersihan dan kesterilan alat dan bahan dalam laboratorium ?
Menurut saya arti penting kebersihan dan kesterilan alat dan bahan dalam laboratorium itu menjadi salah satu penentu kesuksesan praktikum tersebut karna alat dan bahan yang steril tentu meminimalisir kemungkinan kegagalan praktikum terutama yang berhubungan dengan hewan mikroskopis.
Menurut apa arti pentingnya kebersihan dan kesterilan alat dan bahan dalam laboratorium ?
BalasHapuskebersihan alat labaor mampu membuat awet alat lab, terhindal dari jamur dan lumut. sehingga penggunaanya mampu digunakan dalam waktu yang lama
Saya akan menjawab pertanyaan nomor 1, menurut saya harus memiliki karna jika tidak memiliki keterampilan dasar tersebut praktikum tidak akan berjalan dengan lancar dan efektif dan terjadinya resiko kecelakaan dalam praktikum juga lebih besar
BalasHapusAssalamualaikum wr.wb
BalasHapusSaya menanggapi pertanyaan no 2
Menurut anda manakah yang sangat penting dalam kegiatan praktikum, apakah persiapan, pelaksanaan atau pasca pelaksanaan?
Yang sangat penting adalah persiapan.karena persiapan akan menentukan apa yg akan dlakukan didalam pratikum..tanpa persiapan pratikum akan kurang efektif.
Terima kasih