Manajemen Laboratorium
Manajemen adalah kemampuan dan keterampilan khusus untuk melakukan suatu kegiatan, baik bersama orang lain maupun melalui orang lain dalam mencapai tujuan organisasi (Sudjana, 2000 : 17). Manajemen juga diartikan sebagai proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan tertentu (The General Safety Committee, 1954 : 3). Dalam manajemen terkandung di dalamnya pengelolaan terhadap suatu objek. Jadi, manajemen laboratorium berarti objek yang akan dimanajemen adalah laboratorium tersebut yang secara rinci terdiri dari alat-alat dan bahan-bahan kimia, sarana / prasarana lab, dan proses pelaksanaan praktikum.
Fungsi manajemen adalah sebagai rangkaian kegiatan wajar yang telah ditetapkan dan memiliki hubungan saling ketergantungan antara satu dengan yang lain. Sejalan dengan perkembangan jaman, maka para pakar mengemukakan berbagai fungsi manajemen yang dikenal dengan POCCC, yaitu : Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Commanding (perintah),Coordinating (pengkoordinasian), dan Controlling (pengawasan).
Pendapat lain tentang fungsi manajemen ini dikemukakan oleh Gullick yang meliputi 6 urutan, yaitu Planning, Organizing,Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, dan Budgeting (disingkat POSCORB). Hersey dan Blanchard membagi fungsi manajemen menjadi empat, yaitu Planning, Organizing, Motivating, dan Controlling (disingkat POMC). Pendapat lain dikemukakan oleh Terry (1977 : 18) yang mengemukakan fungsi manajemen menjadi empat, yaitu Planning, Organizing, Actuating, danControlling (disingkat POAC).
1. Perencanaan
Perencanaan laboratorium ditujukan untuk beberapa hal yakni:
• mengatur segala kegiatan yang diselenggarakan di laboratorium yang terdiri dari penelitian, eksperimen, aplikasi teori, pengujian teori dsb.
• menentukan indikator keberhasilan dalam setiap tahapan dari kegiatan yang direncanakan.
Selain itu, perencanaan ditujukan untuk beberapa kegiatan penting di laboratorium diantaranya:
• pelayanan praktikum
• penelitian
• pengadaan peralatan
• pengadaan kebutuhan bahan
• optimalisasi sumber daya, baik dari sisi tenaga pengajar, pembimbing, para ahli, maupun para peserta penelitian
• mencari sumber-sumber dana untuk kemandirian laboratorium dan maintenance.
2. Pengaturan
Pengaturan laboratorium mencakup dua hal pokok yaitu:
• setting secara fisik
• regulating (pengaturan jadwal kegiatan dan penyusunan perangkat lunak untuk terlaksananya ketertiban dan keselamatan bekerja di laboratorium)
Ada prinsip yang harus diperhatikan oleh pengelola laboratorium ketika melakukan dan menentukan setting laboratorium sebagai berikut:
• keselamatan penempatan alat dan bahan laboratorium
• efektivitas dan efisiensi berkaitan dengan penggunaan alat laboratorium
• kemudahan pengawasan
3. Regulating
Aturan saat bekerja di laboratorium meliputi:
• struktur organisasi
• job description
• diagram alur
• penjadwalan
• tata tertib
• prosedur penggunaan alat
• petunjuk praktikum
• prosedur keselamatan kerja
4. Pencatatan
Pencatatan sangat dibutuhkan dalam pengelolaan laboratorium dan harus ada dalam manajemen pengelolaan laboratorium. Pencatatan dapat dilakukan terhadap semua hal yang berkaitan dengan laboratorium mulai dari peralatan, kegiatan-kegiatan, tenaga pengajar, para peserta, sponsor, mitra kerja sama, dan keuangan serta masih banyak hal lainnya. Pencatatan juga bisa dilakukan hanya pada hal pokok dalam laboratorium, seperti seluruh kegiatan laboratorium, peredaran keuangan dan peralatan laboratorium.
5. Pemeliharaan
Pemeliharaan secara periodik terhadap beberapa hal pokok seperti:
• seluruh utility ruangan
• listrik
• gas
• pemadaman kebakaran
• detektor
• kondisi alat laboratorium serta aksesorisnya
6. Keselamatan Laboratorium
Kecelakaan bisa terjadi pada siapa saja yang melakukan kegiatan di laboratorium. Kecelakaan terjadi sifatnya diluar kemauan atau kemampuan para pengelola laboratorium termasuk juga para peneliti di laboratorium. Kecelakaan bisa saja terjadi dalam sekejap namun kerusakan dan kerugiannya bisa sangat besar. Prosedur penanganan kecelakaan laboratorium juga tergantung pada jenis kecelakaannya. Penanganan kecelakaan memerlukan keterampilan khusus dari seorang pengelola laboratorium.
7. Pendanaan
Kegiatan laboratorium tidak akan berjalan lancar, efektif, dan efisien tanpa diiringi dengan pendanaan yang baik dan terperinci sekalipun laboratorium tersebut memiliki persediaan keuangan yang sangat banyak. Cara yang paling mudah untuk mendapatkan sumber dana adalah sebagai berikut:
• biaya praktikum yang dipungut dari setiap peserta
• uang pendaftaran bagi setiap peserta
• sponsor
• anggaran khusus dari lembaga yang menaungi laboratorium
Sehubungan penjelasan materi diatas, adapun yang menjadi pertanyaan penulis adalah:
1. Apakah dalam melaksanakan fungsi manajemen laboratorium perlu adanya standard operational system (SOP)?
2. Menurut pendapat anda apakah akibat ketika tidak dilakukan perencanaan dalam melaksanakan fungsi manajemen laboratorium di sekolah?
2. Menurut pendapat anda Apakah dalam melaksanakan fungsi manajemen laboratorium di sekolah, perguruan tinggi atau di instansi pemerintah atau swasta perlu dilakukan audit/pemeriksaa?
Menanggapi pertanyaan pertama
BalasHapusDmn SOP sangat diperlukan dalam melaksanakan fungsi manajemen mutu laboratorium.karena dengan adanya SOP akan membantu dlm pelaksanaan fungsi labor baik dr segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan.
Dalam arti dng adanya SOP, apa yg kita kerjakan sesuai dng tujuan kita.
Terima kasih.
Karena
Menanggapi pertanyaan nomor satu. Bahwa SOP sangat diperlukan agar aktivitas didalam laboratorium dapat terarah dan efektif. Tanpa adanya SOP mutu dan pelayanan sebuah laboratorium tidak akan optimal. Terima kasih,.
BalasHapusMenanggapi pertanyaan nomr 2, biasanya untuk univ dan lembaga pemrintah memang dilakukan audit resmi dari pihak terkait untuk menjaga mutu laboratorium contohnya dari dinas kesehatan. tapi untuk lab sekolah setau saya biasanya hanya dilakukan oleh pengawas sekolah yg bersangkutan
BalasHapusMenanggapi pertanyaan pertama Apakah dalam melaksanakan fungsi manajemen laboratorium perlu adanya standard operational system (SOP)? Menurut saya SOP diperlukan, bahkan mulai dari masuk labor sampai penguncian labor memerlukan SOP. Apalagi berkaitan dengan hal2 kompleks fungsi manajemen labor. Sop membantu kita utk melakukan sesuatu dengan terararh sesuai prosedur dak meminimalisir kesalahan. Terimakasih
BalasHapusMenurut pendapat anda apakah akibat ketika tidak dilakukan perencanaan dalam melaksanakan fungsi manajemen laboratorium di sekolah? menanggapi pertanyaan ini menurut saya perencanaan itu merupakan dasar tujuan yang akan dicaapai jika tidak dilakukan perencanaan maka tidak ada tujuan yang akan dicapai sehingga fungsi laboratorium tidak efektif
BalasHapusAssalamualaikum,
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab pertnyaan nomr 1.
Fungsi manajemen sendiri ialah yang diharapkan ketika manajemen berjalan dengan baik. Fungsi manajemen akan berjalan dengan sendirinya sesuai manajemen yang telah di rumuskan, manajemen yang ber-SOP tentu akan meningkatkan fungsi manajemen itu pula.
Saya akan menanggapi pertanyaan no 3 tentang Apakah dalam melaksanakan fungsi manajemen laboratorium di sekolah, perguruan tinggi atau di instansi pemerintah atau swasta perlu dilakukan audit/pemeriksaa? Menurut saya perlu adanya pemeriksaan terkait dengan peningkatan mutu dan kualitas yang diberikan dalam benuk akreditasi. Dilakukan setiap beberapa tahun sekali, dengan tujuan memperbaiki segala kekurangan dan memotivasi pengelola laboratorium untuk meningkatkan kinerja sehingga kegiatan praktikum sesuai dengan harapan.
BalasHapusAssalamualaikum wr.wb
BalasHapusApakah dalam melaksanakan fungsi manajemen laboratorium perlu adanya standard operational system (SOP)?
Tentu saja sangat diperlukan karena semua yang akan di lakukan dalam labor harus ada SOPnya. Dari mualai masuk labor sampai keluar dari labor.dengan sop kegiatan pratikum bisa berjalan dengab baik.
Terima kasih